Makalah Peran Gizi Pada Kerja Otot, Gambaran Umum Tentang Status Gizi dan Permasalahan Kelebihan Gizi Pada Kesehatan Type file : Docx / Pdf / Ppt
Code file : [ har16mdr15 ]

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa pentingnya sistem pendidikan nasional itu, dan mengetahui begitu berperan pentingnya sistem pendidikan nasional terhadap dunia pendidikan, kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang “Peran Gizi Pada Kerja Otot” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia bisnis.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan suatu bangsa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan setiap warga negara. Peningkatan kemajuan dan kesejahteraan bangsa sangat tergantung pada kemampuan dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, yaitu sumber daya manusia yang memiliki fisik tangguh, mental kuat, dan pastinya mempunyai kesehatan prima. Bukti empiris menunjukkan bahwa faktor tersebut sangat ditentukan oleh status gizi yang baik. Berbicara masalah gizi, kita tidak terlepas dari pembahasan mengenai zat-zat makanan atau nutrisi yang. masuk kedalam tubuh, dengan kata lain yaitu asupan pangan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh orang tersebut akan membuat status gizi seseorang menjadi baik. Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat-zat nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh agar tubuh dapat melakukan fungsinya dengan sangat baik.

Zat gizi sangat diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan dan pemeliharaan tubuh beserta semua fungsinya. Oleh karena itu diharapkan seseorang mengkonsumsi makanan yang bergizi sesuai kebutuhan tubuh untuk mencegah terjadinya masalah gizi buruk.

Masalah gizi kurang dan buruk dipengaruhi langsung oleh faktor konsumsi pangan dan penyakit infeksi. Secara tidak langsung dipengaruhi oleh pola asuh, ketersediaan pangan, faktor sosial ,ekonomi, budaya dan politik (Unicef, 1990). Apabila gizi kurang dan gizi buruk terus dialami oleh seseorang maka dapat menjadi faktor penghambat pendapatan, pembangunan nasional, dan pastinya akan menimbulkan dampak yang sangat tidak diharapkan yaitu kemiskinan.

Gizi kerja sebagai salah satu aspek dari kesehatan kerja mempunyai peran penting, baik bagi kesejahteraan maupun dalam rangka meningkatkan disiplin dan produktivitas. Hal ini dikarenakan tenaga kerja menghabiskan waktunya lebih dari 35% bahkan mencapai 50% setiap harinya di tempat kerja. Oleh karena itu tenaga kerja perlu mendapatkan asupan gizi yang cukup dan sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukannya.

Kekurangan nilai gizi pada makanan yang dikonsumsi tenaga kerja sehari-hari akan membawa akibat buruk terhadap tubuh, seperti : pertahanan tubuh terhadap penyakit menurun, kemampuan fisik kurang, berat badan menurun, badan menjadi kurus, muka pucat kurang bersemangat, kurang motivasi, bereaksi lamban, apatis dan lain sebagainya.

Keadaan tersebut mengakibatkan tidak bisa diharapkannya pencapaian efisiensi dan produktivitas kerja yang optimal. Dan untuk itu, usaha untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tenaga kerja dilakukan dengan mengatasi masalah gizi tenaga kerja, yaitu dengan jalan memperbaiki keadaan kesehatan dan meningkatkan keadaan gizinya melalui pelaksanaan gizi kerja di perusahaan.

Masalah gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat ,namun penanggulangan tidak dapat dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja.penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor,oleh karena itu pendekatan penanggulangan nya harus melibatkan berbagai sektor yang terkait.

Masalah gizi ,meskipun sering berkaitan dengan masalah kekurangan pangan pemecahannya tidak berupa peningkatan produksidan pengadaan pangan.pada kasus tertentu seperti dalam keadaan krisis.peningkatan status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota masyarakat untuk memperoleh makanan yang cukup jumlah dan mtunya.dalam kontek ini masalah gizi tidak lagi semata-mata masalah kesehatan tetapi juga masalah kemiskinan,pemerataan ,dan masalah kesempatan kerja.     

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang dapat diambil rumusan masalah yaitu:

  1. Apa pengertian Gizi ?
  2. Bagaimana Peran gizi pada otot ?
  3. Apa saja tinjauan umum tentang gizi ?
  4. Apa saja permasalahan pada gizi ?

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Gizi kerja adalah nutrisi / kalori yang dibutuhkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan yang bertujuan untuk mencapai tingkat kesehatan tenaga kerja dan produktivitas yang setinggi-tingginya.

Kebutuhan kalori ditentukan oleh: metabolisme basal, pengaruh makanan atau kegiatan tubuh (kira-kira 10% dari metabolisme) dan kerja otot. Dari ketiga kebutuhan itu yang mempunyai peranan penting adalah kerja otot, dan besarnya kebutuhan kalori sangat tergantung dari aktivitas / kegiatan tubuh.

Kebutuhan akan kalori dan zat-zat gizi bagi pekerja laki-laki dengan jenis pekerjaan ringan 2.400 kalori, sedang 2.600 kalori dan berat 3.000 kalori, sedangkan untuk pekerja wanita dengan jenis pekerjaan ringan 2.000 kalori, sedang 2.400 kalori dan berat 2.600 kalori. Kebutuhan akan kalori pekerja laki-laki dan wanita berbeda karena pada wanita jaringan lemak bawah kulitnya lebih tebal sehingga pengeluaran proses tubuh lebih kecil.

Tiap-tiap gram zat gizi karbohidrat menghasilkan 4 kalori, lemak 9 kalori dan putih telur / protein 4 kalori. Karbohidrat, lemak dan putih telur (protein) merupakan bahan bakar (sumber tenaga), vitamin dan mineral sebagai pengatur serta air sebagai pelarut.

Tidak cukup dengan menu sehat saja. Selain sehat menu juga harus seimbang yaitu memenuhi syarat lain: kualitas baik (sesuai 4 sehat 5 sempurna), kuantitas cukup, proporsi zat gizi yang mengandung energi harus seimbang, selain itu tidak bertentangan dengan adat istiadat dan kepercayaan serta memenuhi selera makan tenaga kerja. Yang dimaksud dengan proporsi zat gizi yang mengandung energi harus seimbang adalah agar zat–zat gizi tersebut dapat digunakan didalam tubuh dengan sempurna, dan komposisinya adalah: 12%-15% proporsi protein (hewani dan nabati sama banyaknya), lemak 20%-25% dan karbohidrat 60%-70%.

B. Tinjauan Umum Tentang Status Gizi

Status gizi adalah suatu keadaan kesehatan (kondisi tubuh) sebagai hasil penyerapan zat-zat gizi yang esensial dan ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik akan energi dan zat-zat gizi lain yang diperoleh dari pangan yang dampak fisiknya dapat diukur.

Terdapat tiga konsep pengertian status gizi (Satriono, 1999).

  1. Keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara gizi disatu pihak dan pengeluaran organisme di lain pihak.
  2. Proses dari organisme dalam menggunakan bahan makanan melalui proses pencernaan, penyerapan, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pembuangan untuk pemeliharaan hidup, pertumbuhan, fungsi organ tubuh dan produksi energi.
  3. Tanda-tanda atau penampilan yang diakibatkan oleh “nutriture” yang terlihat pada variabel tertentu. Oleh karena itu dalam mengacu tentang keadaan gizi seseorang perlu disebutkan.
  4. Perlu dipahami bahwa antara status gizi dan indikator status gizi terdapat suatu perbedaan, yaitu bahwa indikator memberikan refleksi tidak hanya status gizi tersebut tetapi juga pengaruh non gizi, oleh karenanya indikator walaupun sensitif tetapi tidak selalu spesifik 
    Status gizi merupakan salah satu unsur dalam menentukan kondisi fisik atau kualitas fisik seseorang atau kelompok masyarakat tertentu. Pada dasarnya bekerja adalah aktivitas fisik yang selalu memerlukan enegi yang bersumber dari asupan gizi. Makin banyak aktivitas fisik makin banyak pula kebutuhan energi. Individu dengan status gizi baik menyimpan cadangan energi lebih baik dan relative lebih lama bertahan dalam bekerja disbanding individu dengan status gizi kurang.

Dengan demikian, dapat dirumuskan asumsi bahwa semakin baik status gizi seseorang, semakin bertahan di dalam mencegah timbulnya kelelehan kerja.

C. Penilaian Status Gizi

Penilaian status gizi terbagi menjadi 2 yaitu penilaian gizi secara langsung,dan penilaian status gizi secara tidak langsung.

Penilaian gizi secara langsung

Penilaian status gizi dapat dibagi menjadi 4 penilaian yaitu antropometri,klinis,biokimia,dan biofisika.masing-masing penilaian tersebut akan dibahas secara umum.

  1. Antropometri
  2. Pengertian

Secara umum antropometri artinya  ukuran tubuh manusia.ditinjau dari sudut pandang gizi,maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi pekerja.

  • Penggunaan

Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi.ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak,otot dan jumlah air dalam tubuh.

  • Klinis
  • Pengertian

Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat Penting untuk menilai status gizi para pekerja .metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubugkan dengan ketidak cukupan zat gizi.hal ini dapat dilihat pada jaringan efitel seperti kulit,mata,rambut,dan organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.

  • Penggunaan

Penggunaan metode ini ummnya untuk survei klinis secara cepat survei ini di rancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekuranga salah satu lebih zat gizi,disamping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitutanda dan gejala atau riwayat penyakit pada pekerja.

  • Biokimia
  • Pengertian

Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang di uji secar laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh,jaringan tubuh yang digunakan yaitu;darah,urine,tinja,dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.

  • Penggunaan

Metode ini digunakan untuk suatu pringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan mal nutrisi yang lebih parah lagi.banyak gijala klinis yang kurang spesipik ,maka penggunaan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik.

  • Biofisik
  • Pengertian

Penentuai status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi dan melihat perubahan struktur dari jaringan.

  • Penggunaan

Umumnya dapat digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik.cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap.

D. Gizi dan Permasalahannya

Berbicara masalah gizi, kita tidak terlepas dari pembahasan mengenai zat-zat makanan atau nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat-zat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh agar tubuh dapat melakukan fungsi-fungsinya dengan sebaik-baiknya. Dengan perkataan lain zat gizi sangat diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan dan pemeliharaan tubuh beserta semua fungsinya. Sebenarnya, dalam pembahasan gizi salah yang dapat menimbulkan masalah kesehatan tidaklah semata-mata hanya keadaan kurang gizi, namun kelebihan gizipun dapat menimbulkan gangguan pada manusia.

Secara umum, permasalahan gizi dan pangan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor demografi seperti pertambahan jumlah penduduk, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, besarnya proporsi penduduk usia muda, penyebaran penduduk yang tidak merata, perubahan susunan penduduk, faktor sosial ekonomi dimana terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat, meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi yang secara baik langsung berpengaruh pada pendapatan keluarga. Selain itu, faktor lain yang berpengaruh pada masalah gizi dan pangan adalah perkembangan IPTEK dimana terjadinya arus moderenisasi yang membawa banyak perubahan pada pola hidup masyarakat termasuk pada pola makan. Salah satu dampak dari arus moderenisasi terhadap pola makan adalah meningkatnya konsumsi lemak. Tidak heran kalau kita lihat bahwa penyakit jantung koroner cenderung meningkat akhir-akhir ini.

E. Peran Gizi Pada Kerja Otot

Membentuk otot tubuh yang sempurna tidak cukup hanya dengan fitnes, bantuan suplemen makanan dan konsumsi protein tinggi. Anda pun memerlukan berbagai nutrisi lainnya. Perlu dicatat, pembentukan otot di sini bukan untuk membuat Anda terlihat kekar seperti atlet binaraga atau angkat besi. Tapi otot yang tampak kencang dan seksi. Nutrisi apa saja yang dimaksud?

  1. Vitamin C

John Cuomo, Ph.D dari USANA Health Sciences mengatakan bahwa sayur dan buah yang mengandung vitamin C bisa membuat peredaran darah lancar, yang juga menyediakan oksigen serta nutrisi yang cukup untuk menjaga bentuk otot. Selain itu vitamin C juga bisa cepat menyembuhkan otot dan tulang setelah cedera.

“Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang diperlukan untuk memulihkan otot atau tulang dari cedera karena mengandung kolagen untuk otot atau tulang”, ujar Leon Propovitz, MD, seorang ahli bedah ortopedi seperti dikutip dari Shape.

Vitamin C dibutuhkan tubuh sebanyak 75 mg per harinya. Anda bisa mendapatkannya dari sebutir jeruk atau secangkir stroberi.

  • Minyak Ikan

Usahakan untuk mengonsumsi minyak ikan yang mengandung omega 3. Asam lemak omega 3 meningkatkan sensitivitas insulin yang juga mampu mencegah diabetes. The American Heart Association merekomendasikan Anda untuk konsumsi 3,5 ons ikan salmon, sarden atau tuna setiap minggunya. Bagi vegetarian bisa menemukan omega 3 di sayur-sayuran seperti biji-bijian atau kacang kenari.

  • Kalsium

“Kalsium merupakan salah satu dari dua nutrisi yang paling penting dibutuhkan untuk kesehatan tubuh dan juga tulang serta otot,” ungkap Dr. Propovitz. Ia juga mengatakan tubuh membutuhkan sekitar 1.200 mg setiap harinya. Anda bisa mendapatkan kalsium dari sayuran hijau, susu atau dari suplemen.

  • Magnesium

Magnesium merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk otot dan tulang. The National Institutes of Health merekomendasikan 310 sampai 320 mg magnesium per harinya. Tetapi Dr. Propovitz megatakan tidak ada salahnya mengonsumsi 400 mg jika memang Anda ingin melatih otot 3 kali atau lebih dalam seminggu. Anda bisa mendapatkan banyak magnesium dari bayam, kacang juga biji-bijian.

  • Vitamin B

Berbagai macam vitamin B seperti B1, B2, B3, B6, B7 dan B12 merupakan komponen yang memang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh khususnya menambah kekuatan bagi otot Anda. Kebanyakan orang yang melakukan diet juga sudah cukup mengetahui pentingnya vitamin B bagi meereka. Vitamin B bisa ditemukan di biji-bijian, telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan sereal. Namun, B12 hanya ditemukan dari sumber makanan hewani.

  • Vitamin D

vitamin D dibutuhkan untuk kontraksi otot, sebagai fungsi dari pertumbuhan otot dan tulang. Vitamin D memang bisa didapatkan dari sinar matahari, tapi ingat jangan terlalu sering terkena matahari karena bisa mengakibatkan masalah pada kulit. Minumlah suplemen sebanyak 4.000 sampai 6.000 IU yang mengandung vitamin D3 setiap harinya. Untuk lebih pastinya, temui dokter dan konsultasikan mengenai dosis minum vitamin D.

  • Vitamin E

Segenggam almond saat berolahraga bisa menambah asupan protein, lemak sehat dan serat dalam tubuh. Almond merupakan sumber vitamin yang baik bagi tubuh Anda dan menyimpan banyak vitamin E.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Apabila makanan tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak, berakibat terjadi ketidakmampuan berfungsi normal. Pada keadaan yang lebih berat dan kronis, kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan badan terganggu, badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil (Husaini,1997). Lebih jauh disebutkan bahwa keadaan kurang gizi menghasilkan kenaikan emosional daripada terhadap fungsi kognitif.

Kekurangan dan kelebihan zat gizi yang diterima tubuh seseorang akan sama mempunyai dampak yang negatif, perbaikan konsumsi pangan dan peningkatan status gizi sesuai atau seimbang dengan yang diperlukan tubuh jelas merupakan unsur penting yang berdampak positif bagi peningkatan kualitas hidup manusia, sehat, kreatif dan produktif.

Gizi Kerja adalah gizi yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan jenis pekerjaan dan beban kerjanya atau ilmu gizi yang diterapkankepada masyarakat tenaga kerja dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan tenaga kerja sehingga tercapai tingkat produktivitas dan efisiensi kerja yang setinggi-tingginya. Penyakit Gizi Kerja merupakan penyakit gizi sebagai akibat kerja ataupun ada hubungan dengan kerja. Pengelolaan makan bagi tenaga kerja adalah suatu rangkaian kegiatan penyediaanmakan bagi tenaga kerja di perusahaan yang dimulai dari rencana perencanaan menu hingga peyajiannya dengan memperhatikan kecukupan kalori dan zat gizi, pemilihan jenis dan bahan makanan, santasi tempat pengolahan dan tempat penyajian, waktu dan teknis penyajian bagi tenaga kerja. Produktivitas merupakan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari esok harus lebih baik dari hari ini atau perbandingan antara output (keluaran atau jumlah yang dihasilkan) dengan input (masukan atau setiap sumber daya yang digunakan).

DAFTAR PUSTAKA

. http.//www.depkes.go.id/ diakses tanggal 6 April 2014. Hardinsyah. 2012.

 Kecukupan Energi, Protein, Lemak, dan Karbohidrat 

.http://www.gizikia.depkes.go.id/archives/747 diakses tanggal 4 april 2014. Sudibjo, Priyo. 2011.

Daftar Komposisi Bahan Makanan, Depkes 1979

Dewa,bachyar,ibnu.2002.penilaian status gizi.jakarta:penerbit buku kedokteran EGC..    

   Ari Agung, I Gusti Ayu. Pengaruh Perbaikan Gizi Terhadap Produktivitas Kerja. Patria Untag.Surabaya.

http://adiningsihsrirahayu.blogspot.com/2016/12/makalah-hiperkes-gizi-kerja.html

https://wolipop.detik.com/health-and-diet/d-2157251/7-nutrisi-penting-untuk-membentuk-otot-kencang–seksi

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *