Makalah Pastoral Care Terhadap Pasien Terminal Illness, Mendoakan Orang Sakit Bantuan-Bantuan yang Diberikan pada Orang Sakit Type file : Docx / Pdf
Code file : [ har14mdr13 ]

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Setiap orang tentunya pernah merasakan dan berada dalam keadaan sakit, baik itu sakit yang sifatnya hanya ringan-ringan saja seperti flu, batuk, pusing atau mengalami sakit yang berat seperti kanker, gagal ginjal, jantung, stroke dan sebagainya. Memang bukan pengalaman yang menyenangkan menjadi sakit, terlebih lagi jika berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Menjadi sakit berarti mengalami gangguan dalam menjalankan berbagai rutinitas kegiatan sehari-hari seseorang, seperti bersekolah, kuliah, mengantar anak sekolah dan bekerja. Terlebih lagi jika kemudian diketahui bahwa sakit yang diderita mengharuskan penderitanya untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Seperti yang kita tahu saat seorang pasien – sebutan bagi orang yang dirawat di rumah sakit, menjalani perawatan di rumah sakit kebanyakan hanyalah dijadikan sebagai suatu obyek pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan yang dilakukan baik oleh para dokter, suster maupun ahli-ahli medis lainnya. Pasien dianggap hanya sebagai barang yang tidak mempunyai kesempatan dan hak-hak untuk mengajukan pendapat selama proses perawatan kesehatan yang dijalaninya. Dengan begitu sakit menjadi salah satu pengalaman hidup yang tidak menyenangkan karena membuat suasana ketidaknyamanan serta terbatasnya ruang gerak seseorang.

Menjalani perawatan di rumah sakit tentu memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan perawatan yang dilakukan di rumah. Pengalaman ketidaknyamanan berada di rumah sakit bersama-sama dengan orang-orang baru terkadang membuat seorang pasien merasakan terasing dari kehidupan yang selama ini dijalaninya. Sehingga sedikit banyak juga berpengaruh terhadap sikap mental, psikologis, dan emosional seseorang, terlebih jika sakit yang diderita tergolong dalam sakit berat. Bahkan secara disadari atau tidak seringan hingga seberat apapun sakit yang diderita itu akan mengingatkan pada kematiannya sendiri.

Melakukan pendampingan pastoral terhadap pasien dengan kondisi terminal illness bukan hal mudah dan tidak dapat dilakukan secara asal-asalan karena tentunya berbeda dengan pendampingan pastoral yang dilakukan terhadap orang yang hanya mengalami sakit ringan. Pendampingan pastoral terhadap pasien terminal illness membutuhkan ketrampilan lebih, sebab tidak mudah untuk mempersiapkan seseorang yang telah mengetahui bahwa kematian akan segera menjemput. Pasien membutuhkan pendamping yang dapat memahami dan menerima keberadaannya secara manusiawi dengan tidak melupakan kodratnya sebagai makhluk ciptaan Allah. Karena itu menjadi pendamping tentu melalui suatu proses dan pelatihan khusus. Sehingga dalam menjalankan tugasnya diharapkan pendamping pastoral rumah sakit memiliki sikap dasar pastoral serta ketrampilan yang memadai sehingga menjadikannya seorang pendamping yang aktif, kreatif, dan efektif. Karena itu menjadi pendamping harus benar-benar dapat dijadikan sebagai tempat curahan hati bagi siapa saja yang memerlukan pertolongan. Pendamping kiranya tidak hanya mendengar namun sebisa mungkin memberikan bimbingan kepada orang-orang yang memerlukan bantuannya dengan baik dan penuh ketulusan.

  1. Tujuan penulisan
  2. Tujuan umum

Mahasiswa mampu menerapkan pelayanan doa bagi orang sakit.

3. Tujuan khusus

Mahasiswa mampu menjelaskan pelayanan doa bagi orang sakit.

Mahasiswa mampu mengetahui cara mendoakan orang sakit.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  • Mendoakan orang sakit

Menurut UU No. 23 Tahun 1992 “Seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis) atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja atau kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit, istilah masuk angin, pilek tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya maka ia dianggap tidak sakit”.

Seorang pasien adalah orang yang sakit secara fisik juga psikisnya. Bagi mereka, obat bukanlah satu-satunya solusi. Pendampingan dalam hal psikis, spiritual dan sosial juga diperlukan. Saat sakit seorang pasien juga perlu berkembang secara spiritual untuk mempercepat penyembuhan.

Pelayanan doa adalah sebuah aktivitas yang digerakkan kasih, cinta dan perhatian kita kepada yang sakit dan menderita. Bukan dengan motif lain. Karena digerakkan oleh kasih, cinta dan perhatian, maka seorang pelayan doa perlu menanggapi kebutuhan si sakit dengan pertama-tama mendengarkan mereka.

Didiskusikan pula bahwa dalam memberikan pelayanan doa, kita hendaknya melepaskan diri dari segala agenda yang bukan berfokus pada si pasien. Intensi haruslah murni demi kepentingan si pasien dan bukan demi diri kita sendiri agar menjadi semakin baik, makin terkenal atau mendapat nilai yang baik.

  • Menurut Alkitab, mengapa kita sakit ?

”Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang dan kematian, melalui dosa.” (Roma 5:12).

Apa kata orang

Banyak yang percaya bahwa penyakit hanyalah penyimpangan dalam evolusi manusia. Yang lain berpikir bahwa kekuatan misterius, seperti roh jahat, adalah penyebab masalah kesehatan kita.

Apa kata alkitab

Menurut alkitab, kita sakit karena manusia pertama memberontak terhadap allah. (Roma 5:12) sebelum memberontak, orang tua pertama kita, adam dan hawa, menikmati kesehatan yang sempurna. Mereka tahu bahwa mereka akan mati kalau menjauh dari pemeliharaan allah yang pengasih. (Kejadian 2:16, 17) namun, mereka dengan sengaja memutus persahabatan dengan allah dan kehilangan kesempurnaan mereka.

Cacat akibat pemberontakan orang tua pertama kita telah diteruskan kepada kita. Karena itu, tidak soal seberapa besar upaya untuk melenyapkan penyakit manusia, kita tetap jatuh sakit.

  • Jenis-jenis penyakit

Di sini kita akan meninjau beberapa penyakit dan masalah-masalah yang berhubungan pada zaman Alkitab. Pengertian mengenai masalah-masalah ini adalah penting bagi setiap peneliti Alkitab, karena sering kali mempengaruhi jalannya sejarah Israel, dan pelayanan Yesus menekankan penyembuhan orang sakit.

  1. Cacat.                                                           
  2. Kusta.
  3. Kebutaan dan kehilangan pendengaran.
  4. Penyakit kulit.
  5. Bisul.                                                
  6. Cacar.
  7. Kanker.                                                        
  8. Polio.
  9. Sakit paru-paru atau tuberkulosis.   
  10. Gangguan mental dan saraf.
  11. Disentri.                                           
  12. Malaria.
  13. Gangguan endokrin (diabetes melitus).       
  14. Lumpuh.
  15. Epilepsi.                                           
  16. Encok.
  17. Demam.                                                       
  18. Kelemayuh (gangren).
  • Bantuan-bantuan yang diberikan pada orang sakit

Salah satu bentuk memberikan konseling kepada penderita sakit, baik yang dirawat di rumah maupun di rumah sakit. Bantuan-bantuan yang bisa kita berikan adalah sebagai berikut:

  1. Kunjungan penyembuhan

Maksudnya melakukan suatu fungsi penyembuhan “holistik”, dalam bentuk kesediaan kita untuk duduk di samping pasien dan mendengarkan dia mengungkapkan perasaan, keluhan, kemarahannya di hadapan kita. Singkatnya, kita menjadi media katarsis baginya atau tempat “mencurahkan hati” dari berbagai keluh-kesahnya.

  • Penguatan

Maksudnya mendampingi pasien atau keluarga yang merasa mendapat “beban”, supaya mereka tidak mengalami stres berkepanjangan. Misalnya: bagaimana sikap kita saat berhadapan dengan pasien yang menjadi tidak percaya diri pascaamputasi kakinya karena kecelakaan lalu lintas? Setelah amputasi biasanya pasien merasa tidak sempurna/cacat dan tidak bersemangat/bergairah menjalani hidup. Untuk itu, kita harus mendorongnya untuk bangkit lagi supaya tetap memiliki pengharapan. Atau, bagaimana kita harus mendampingi seorang ibu yang dihantui oleh rasa bersalah/berdosa terus-menerus setelah melakukan aborsi, padahal dia melakukannya demi keselamatan nyawanya, karena ia mengidap penyakit lever. Contoh lain: bagaimana kita harus bersikap ketika mendampingi pasien yang mengalami penyakit terminal, yang merasa cemas dalam menjalani hari-harinya dalam ketidakpastian, atau yang ketakutan karena fakta kematian terbentang di hadapannya.

  • Pembimbingan

Melakukan penelaahan bersama (dengan pasien atau keluarganya) dengan tujuan memahami kasus-kasus yang dialami pasien, yang biasanya tidak ada hubungan dengan rumah sakit sekalipun, tetapi tetap perlu dibantu untuk ditangani. Contoh: konseli yang mengalami perceraian, hamil di luar nikah (dan ingin melakukan aborsi), dll.. Kehadiran kita sangat bermanfaat untuk membantu konseli dalam melihat konsekuensi-konsekuensi untuk mengadakan pertimbangan-pertimbangan moral.

  • Rekonsiliasi (Memperbaiki Hubungan)

Pasien kerap kali memunyai perasaan telah menjadi beban bagi keluarganya, dan keluarga sendiri sering merasa bosan mendengar keluhan tersebut. Akibatnya, terjadi kerenggangan hubungan di antara pasien dan keluarganya. Untuk itu, pelayan perlawatan pastoral berperan sebagai media yang dapat “menyambung hati” antara kedua kubu tersebut. Kasus lain: pasien pengidap TBC, lever, AIDS, dan penyakit kelamin, kerap kali menjadi rendah diri (karena tahu penyakitnya itu termasuk kategori menular atau susah sembuh), maka pelayan perlawatan “Pastoral Care” perlu membantu pasien agar dapat memiliki kepercayaan diri lagi.

  • Tips mendoakan orang sakit
  • Hadirlah dihadapan orang sakit dengan tenang sepenuh hati, sepenuh budi , dengan pikiran dan maksud pada si sakit. Sang pelayan doa harus bersikap tenang baik fisik maupun nonfisik.
  • Sang pelayan doa perlu memperhatikan bahasa doa untuk orang sakit. Doa yang disampaikan harus tepat dalam arti sesuai situasi, keadaan si sakit.
  • Sang pelayan doa harus mengetahui informasi tentang penyakit yang diderita oleh si sakit.

BAB III

PENUTUP

  • Kesimpulan

Seorang pasien adalah orang yang sakit secara fisik juga psikisnya. Bagi mereka, obat bukanlah satu-satunya solusi. Pendampingan dalam hal psikis, spiritual dan sosial juga diperlukan. Saat sakit seorang pasien juga perlu berkembang secara spiritual untuk mempercepat penyembuhan. Maka dari itu, sang pelayan hadir di hadapan orang sakit dengan tenang dan pikiran terfokus pada si sakit.

  • Saran

Dengan adanya makalah ini diharapkan mahasiswa dapat memberikan pelayanan doa bagi orang sakit baik psikis maupun nonpsikis.

DAFTAR PUSTAKA

Benedizione. Pelayanan Doa Untuk Orang Sakit. 2010. Diakses pada tanggal 20 Februari 2016 https://benedizione.wordpress.com/2010/07/24/pelayanan-doa-untuk-orang-sakit.html

Igna. 2009. Pastoral Care Terhadap Orang Sakit. Diakses pada tanggal 20 Februari 2016 https://igna.wordpress.com/2009/03/18/pastoral-care-terhadap-orang-sakit.html

Ponomban Terry, dkk. 2009. Rekan Seperjalanan Untuk Orang Sakit. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.

Tu’u, Tulus. 2007. “Dasar-dasar Konseling Pastoral”. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Suharyo Ignatius. 2008. Madah Bakti. Pusat Musik Liturgi. Yogyakarta.

Lampiran

Skenario mendoakan orang sakit (penyakit terminal)

Pada suatu hari, di suatu keluarga,yaitu keluarga Tn.M yang sangat harmonis dan saling menyayangi satu sama lain,dimana di dalam keluarga Tn,M, mempunyai istri yaitu Ny,D,dan kedua orang anaknya yaitu.An.M dan An.K.

Di dalam keluarga tersebut Ny.D mengalami penyakit kanker serviks stadium 2 dan pernah di lakukan kemoterapi,dan setelah keadaan membaik Ny,D telah di bawa oleh keluarga pulang kerumah.

Pada suatu terjadilah hal yang tidak di duga dan diinginkan oleh keluarga tersebut,bahwa Ny.D pingsan di rumah dengan tiba-tiba.Ny.D sedang sendiri di rumah,tidak ada keluarga yang mengetahui bahwa Ny.D sedang pingsan.

Beberapa menit kemudian,datanglah keluarga Ny,D yang sedang berkunjung kerumahnya yang ingin melihat keadaan Ny,D.

Keluarga 1 : syallom,selamat pagi,,ibu Desi.(sambil mengetuk pintu,,tok,,tok,,,)

Keluarga 2 : ibu Desi..apakah ada di rumah,,,(sambil mengetuk pintu ,,,tok,,tok,,,)

Sambil membuka pintu keluarga Ny,D terkejut melihat bahwa Ny.D telah tergulai pingsan di atas  shofa. Dan kemudian keluarga Ny.D terkejut serta panik dengan melihat keadaan Ny,D tersebut,secepatnya anggota keluarga tersebut menelpon ambulans untuk membawa Ny,D ke rumah sakit.

Keluarga 1 : selamat pagi,apakah ini dengan rumah sakit santa Elisabeth,

Perawat IGD :iy ,betul bu ini dengan rumah sakit santa Elisabeth,ada yang bisa kami bantu bu ?

Keluarga 1 :iy pak,tolong datang kesini y pak,ada anggota keluarga saya yang pingsan tiba-tiba,di sini pak.tepatnya di jl.gatotsubroto no:8 y pak.mohon segera y pak,,

Perawat IGD : maaf.sebelumya ini dengan ibu siapa ?

Keluarga 1 : saya dengan ibu maria pak.mohon segera y pak,terima kasih pak.

………..

Beberapa menit kemudian datanglah ambulans dari rumah sakit santa Elisabeth yang telah di telpon oleh keluarga.ambulans tiba di depan rumah keluarga Ny.D dan perawat segera menemui keluarga ,

Perawat IGD : selamat pagi bu.kami dari rumah sakit santa Elisabeth,,

Keluarga 2 : iy,suster (sembari panik memberi tahu kejadian kepada perawat,dan segera mengangkut Ny.D kedalam ambulans )

Perawat IGD : baiklah bu.tidak usah panik bu.sebentar kita angkat ibu ini dulu y,nanti penjelasannya di rumah sakit y bu,mari bu, kita berangkat.

Perawat langsung mengangkat Ny.D kedalam ambulan dengan cepat sembari langsung memberikan oksigen 3 liter melalui nasal,dan kemudian ambulan berangkat dengan cepat menuju rumah sakit Elisabeth.

Setibanya di rumah sakit,secepatnya perawat rumah sakit yang bertugas di IGD menyambut pasien dengan cepat dan segera melarikan pasien ke dalam ruangan IGD.

Perawat IGD 2 : (sambil menghampiri ambulans  dengan secepatnya) ayo segera kita             bawa (Sambil membawa cepat pasien ke dalam ruangan IGD).

Sesampainya di ruangan IGD, perawat langsung memanggil dokter, dan segera menyambungkan selang oksigen dan segera memasang infuse sesuai dengan instruksi dokter,setelah memeriksa pasien dokter memberikan penjelasan dan menanyakan kepada keluarga mengenai penyakit sebelumnya yang di derita oleh Ny.D.

Dokter : baiklah bu,saya telah memeriksa keadaan Ny.D,dan apakah ibu keluarga dari Ny.D,baiklah bu,sebelumnya penyakit apa yang pernah dialami oleh Ny.D bu?

Keluarga 1 : iy ,dokter,iy saya keluarganya.memang dokter sebelumnya dia pernah mengalami kanker serviks sudah stadium 2, sebelumnya ia pernah di rawat di rumah sakit siloam dokter,dan ia juga pernah di kemoterapi y,kira-kira sudah 2 kalilah dokter..jadi bagaimana dokter?

Dokter : baiklah bu,kami telah memberika obatnya sementara,dan untuk memantau keadaan pasien lebih akurat lagi,kita akan mengopnamekan Ny.D dulu di ruangan ,apakah keluarga bersedia,atau bagaimana bu?

Keluarga 2 : baiklah dokter, di opname ajj dulu, menjelang keadaannya membaik.

Dokter : baiklah bu,ibu bias mendaftarkannya ke ruangan administrasi dulu ya, untuk mengetahui ruangan dan perincian biayanya. Baiklah apakah keluarga setuju dengan dokter yang  rumah sakit pilih untuk memantau keadaan Ny. D bu?

Keluarga : baiklah dokter, kami percayakan semua pada rumah sakit ini dokter, kami pun binggung, kami percaya dokter pasti lebih tau dengan yang terbaik untuk Ny. D.

Beberapa saat kemudian, setelah keluarga Ny. D memilih ruangan dan melakukan pendaftaran, sembari pula perawat IGD memasang infuse dan mempersiapkan kebutuhan yang ingin di berikan kepada pasien tersebut. Dan tak beberapa lama kemudian, datanglah keluarga menemui perawat IGD.

Keluarga : suster sudah saya daftarkan keruangan st.laura ya suster.

Perawat IGD 1 : baiklah bu, nanti pengurus dari pendaftaran akan mengkonfirmasi kepada kami, mohon tunggu sebentar ya bu,

Keluarga : baiklahlah suster.

5 menit kemudian,datanglah pengurus pendaftaran menemui perawat IGD dan memberikan semua data mengenai pendaftaran pasien,dan kemudian perawat IGD menghubungi perawat ruangan st. Laura untuk menanyakan apakah pasien sudah dapat di antar ke ruangan.

Perawat IGD : Selamat pagi kak.ini dari perawat IGD, apakah sudah bias diantar pasiennya kak?

Perawat ruangan : ya, selamat pagi kak, iya sudah bisa ya kak, baiklah kak sudah bisa diantar ya kak.

Perawat IGD : baiklah kak.

Sesampainya di ruangan perawat yg ada di ruangan langsung menerima pasien yang di antar dari IGD dan pasien langsung di pindahkan ke kamar yang telah di pesan. Perawat IGD mengoperkan pasian ke perawat yang bertugas di ruangan Laura.

Perawat IGD : kak ini pasien dari IGD datang dengan diagnose kanker serviks stadium 2, dokter yg menangani dokter herbet, dari IGD sudah terpasang infuse Asering 20 tts/m dokter belum tahu ya kak pasien ada di ruangan tolong diber tahu ya kak. Makasih ya kak

Perawat ruangan : iya dek makasih

Kemudian pasien di antar ke kamar,dan pasien di berikan penjelasan mengenai ruangan oleh perawat ruangan,

Perawat ruangan : baiklah ibu,saya dengan perawat Kristina,saya yang dinas di ruangan ini,dan akan merawat ibu selama shift pagi ini.

Ny.D : baiklah suster,suster saya sangat gelisah,saya takut suster,apakah penyakit saya ini gawat suster,apakah waktu saya tidak akan lama lagi suster?

Perawat ruangan : baiklah ibu,ibu sabar y,nanti dokter akan dating dan akan memeriksa ibu,ibu jangan panik ya.

Ny.D : baiklah suster..terima kasih suster,oh y,suster saya beragama katolik,apakah disini ada bagian kerohanian suster?saya merasa tidak tenang suster ,bias saya minta di doakan suster?

Perawat ruangan : baiklah bu,iy bu,disini kami akan mendoakan ibu,ibu tenang saja y bu,kami akan memberikan yang terbaik kepada ibu,ibu tidak usah panic,besok kami akan mendoakan ibu,pukul 10.00 wib,itu adalah jadwal kami.apakah ibu bersedia?

Ny,D : Saya sangat bersedia suster,baiklah dengan senang hati suster,,

Beberapa menit kemudian,Ny.D mengeluh mengenai penyakitnya kepada keluarganya.

Ny.D :kak.saya tidak tau.apa gunanya hidup ku ini,hanya menyusahkan kalian saja.

Keluarga 1 :mengapa kamu berbicara begitu,di balik semua tuhan punya rencana,,kamu pasti kuat.

Keluarga 2 : iy kak.jangan begitu,kita harus pasrah kak,kan tadi sudah di bilang perawat kk tidak boleh panik,besok kita berdoa y kk,kakak pasti kuat y?

Ny.D : iy,terima kasih atas dukungan kalian,maaf aku telah merepotkan,,

Keluarga 1 : jangan berbicara begitu,kami senang kok,kami pun tidak terganggu,yang penting kamu sehat dulu y.

Ny. D : iy kak,makasih y kak,

Keluarga 1 : iy,sudah sebaiknya memang begitu,,( sambil memukul pundak Ny.D .)

Keesokkan harinya ,datanglah 2 orang perawat beserta seorang biarawati yang akan mendoakan Ny.D Sesuai dengan pembicaraan kemarin,bahwa perawat akan mendoakan Ny.D.

………….

Pada suatu hari,di RS Elisabeth Medan ruangan santa laura kamar 4-01, ada seorang pasien yang bernama Ny. D sedang mengidap penyakit kanker serviks stadium akhir.

Kemudian di ruangan santa laura tersebut, keluarga Ny. D meminta untuk didoakan agar ia tetap tabah dan sabar menerima dengan lapang dada atas penyakit yang ia derita. Sehari kemudian datanglah 2 orang perawat dan suster ke kamar Ny. D. Sebelum perawat mendoakan Ny. D, perawat pun mempersiapkan diri dan doa yang akan di berikan kepada Ny. D. Perawat Agnes, perawat Kristina dan Sr. Melania datang menuju kamar Ny. D. Perawat Agnes, perawat Kristina dan Sr. Melania datang menuju kamar Ny. D.

Perawat Agnes : (mengetuk pintu kamar Ny. D) permisi bu, selamat pagi (sambil membuka pintu kamar pasien tersebut, kemudian perawat Agnes bersama teman sejawat dan suster menemui  pasien dan mengatakan maksud dan tujuan yang akan mereka lakukan).

Sr. Melania : selamat pagi bu, apakah ini dengan ibu D, perkenalkan bu saya Sr. Melania beserta 2 perawat ruangan yaitu perawat Kristina dan perawat Agnes akan mendoakan ibu disini.

Keluarga Ny. D : Iya, suster dengan senang hati saya bersedia untuk didoakan.

Perawat Kristina : Baiklah ibu, sebelum kami memulai doa bagaimana perasaan ibu saat ini ? Apakah ada hal lain yang ibu ungkapkan pada kami mengenai penyakit yang ibu rasakan sekarang ini ?

Ny. D : Iya suster, saya merasa sedih, takut dan khawatir dengan keadaan saya saat ini, terkadang saya berpikir apakah saya sanggup dalam menghadapi penyakit yang saya derita ini dan dapatkah saya bertahan hidup lebih lama lagi ? Karena saya masih ingin bersama dengan keluarga saya suster. Saya berharap suster dapat membantu saya dengan doa.

Perawat dan suster : (serentak berkata ) ya pasti kami bantu bu, itu sudah tugas kami.

Sr. Melania : Baiklah bu dan saudara sekalian, marilah kita berdoa. Bapa maha pengasih, puji dan syukur kami haturkan padaMu sebab Engkau senantiasa menggerakkan hati kami untuk mencariMu. Dengan rasa prihatin kami menghadap Dikau disini, karena saudari kami Ny. D yang sedang mengalami penyakit kritis. Sudilah Engkau memberikan daya kekuatan baru kepada saudari kami ini, karena kami sungguh menghendaki kesembuhannya daripadaMu, sumber kesehatan kami. Kami hanya bisa memasrahkan saudari kami ini kedalam tanganMu, karena kami tak mampu menyelami semua rencanaMu. Bapa, biarlah kehendakMu yang terjadi. Ampunilah segala salah dan dosa yang sudah dilakukannya selama ia masih sehat. Gerakkanlah hatinya agar ia pasrah kepada belas kasihMu. Buatlah kami senantiasa setia dan tabah dalam mendampingi saudari kami menghadapi saat yang kritis ini. Amin.

Semua : “Aminnn”.

(Visited 129 times, 1 visits today)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *